Step 1 back to life


29 Agustus 2014, untuk pertama kalinya aku berkunjung ke RS di daerah Slipi Jaya, bertetangga dengan RS Jantung Harapan kita. Aku lalui mobil ambulance  bertulis “go to heaven”(masih berpikir kenapa memilih kalimat ini sebagai penghias ambulance? Kalau ke surga bisa diantar dengan mobil tersebut mungkin aku ngantri urutan pertama deh tetapi benaran harus nyampe surga yah…berkhayal lagi si ambulance punya sayap kaya kuda pegasus wkwkwkwk) , masih belum lengkap jika tak cium bau obat, dan bertemu sapa dengan orang-orang sakit disana. Yah siapa mereka ? mereka ialah insan yang berjuang  pada “kanker” dan dimana aku sekarang? RS Dharmais tepat di bagian spesialis onkologi.

Apa itu Onkologi?Onkologi adalah sub-bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker. Dokter yang mendalami onkologi disebut onkolog. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani: onkos yang berarti massa atau tumor dan akhiran -ology, yang berarti “mempelajari” (dari mbah google). Kok bisa ada disana? Bisa, semua orang bisa kesana hehehe.. tetapi buat apa yah kalau tak ada perlu kesana, karena aku perlu kesana makanya aku ada disana. Aku perlu mempertanyakan makhluk apa yang hadir di kedua buah dadaku dengan ahlinya, yah dengan seorang dokter onkolog plus spesialis bedah (SpB(K)Onk) siapa dia? Beliau bernama dr. Bayu Brahma, SpB(K)Onk. Darimana pula aku mendapat rekomendasi dokter tersebut dengan genre laki-laki pula, kebetulan rekomendasi ini diperoleh dari dosen pembimbing skripsi dan kebetulan sekali dokter ini juga pernah menjadi dokter konsultasi tante di RS Karya Bakti Bogor kini sudah menjadi RSUD Kota Bogor. (dapat lihat jadwalnya pada link : http://www.dharmais.co.id/index.php/doctor-schedule.html).

Apa yang harus dilakukan sesampainya di RS? Aku jawab yah… ambil nomor antrian pilih “ pasien baru, rawat jalan” dengan menekan alat otomatis (tekannya agak dalam yah maklum tak sensitif), tunggu saja nanti nomornya juga dipanggil, apa bisa duduk sambil nunggu dipanggil? Hehehe capek yah.. coba tengak-tengok bangku kosong, kalau rezeky tak kemana ko, ok nyampe meja customer service rawat jalan, “ ada yang bisa dibantu?” pria disebrang bertanya dengan muka sedikit ramah, “mau ke bagian onkologi berjumpa dengan dr Bayu?”ia pun dengan muka senyum meledek “ga kesiangan mbak?ada surat rujukan sebelumnya?(oiyaa sebelumnya diagnosis terkena tumor saya dapati dari pemeriksaan di RS Bella Bekasi melaui pengantar dokter spesialis penyakit dalam ditambah hasil radiologi) Diatas ada dua poliklinik kalau mba jam segini kesana mungkin bisa ketemu dokternya seminggu lagi, tetapi kalau mau cepat mba bisa ke poliklinik cendana ehemm harganya 2x lipat sih mba bisa sekitar Rp300an” bunda yang berdiri tepat dibelakangku langsung menyambar “ ok mas tak masalah daripada saya harus menunggu lama”… si cs tersenyum “ baik ibu silahkan naik dengan eskalator ke lantai 2 dekat minimart disana polinya”

Helo Poliklinik Cendana…

 

 

Ruang tunggu yang nyaman di poliklinik cendana

Ruang tunggu yang nyaman di poliklinik cendana

Ada cerita lucu sesampainya di lantai 2, mungkin karena ramai dan bingung baru pertama kali kesana, aku pun nyasar ke poli onkologi yang satunya lagi. Dan menyadari kenapa mas cs agak ngeledek dengan kata “gak kesiangan?” benar saja pasien cukup padat, ada kakek tua yg sampai tidur dikursi,ibu paruh baya yang sudah terlihat letih, anak balita dengan kepala gundul, astaghfirallah disana aku baru menyadari bahwa sehat itu berharga sekali. Di bagian poli yg salah tersebut saya bertemu dengan suster tergalak ! dari logatnya orang batak… positif saja sih mungkin karena ia juga sangat lelah menghadapi pasien sebanyak itu, yg mungkin sukar diatur. Dengan tarikan nafas ia bertanya “ ada yang bisa dibantu? Tanyanya terlihat kesal maklum ia habis memarahi seorang pria yg mungkin keluarga pasien yg sedang mengurus admin perawatan, saat  ia bertanya saya pasang muka jutek saya yg gak mau kalah “saya mau bertemu dr bayu” ada surat rujukannya? Tanyanya lagi (langsung saya sodorkan surat rujukan) ..ia menarik nafas lagi “ ok sekarang saya kasih anda kesempatan yah laiin kali anda harus buat janji !!” nadanya mulai naik.. “saya jawab maaf sebelumnya saya dianjurkan dari bawah untuk ke poli cendana” taraaaa.. si suster batak itu mulai mereda, tersenyum, dan dengan lembut mempersilahkan saya kembali ke koridor dibelakang saya, sambil menunjuk “kalau policendana disana ibu” santun sekali, beda sekali dengan sapa’an pertama..ya salam..

Apalagi yang harus dilakukan disini?? Yah jelas bertanya pada cs lagi, dan beri informasi mau berjumpa dengan dokter siapa, dan pastinya buat kartu pasien baru ! berapa uang pendaftarannya Rp. 10.000. dan ada yg menarik dalam pengisian form dimana saya keliru memasukan id dari NN menjadi NY atau saya keliru menceklis data diri single atau menikah hahaha yah pokoknya kartu pasien saya ternodai dengan tittle NY dan ini berpengaruh juga pada akun, akhirnya suster yg sadar saya masih tittle nona meminta saya memverifikasi data.

 

Kartu pasien tittle NY

Kartu pasien tittle NY

Sebelum berjumpa dengan dokter, harus mengantri sambil menunggu, suster perawat dengan ramah memeriksa tensi, menimbang, dan mengukur tinggi badan. Dan sampai saatnya…. pintu no 06 dengan label dr. Bayu Brahma, SpB(K)Onk terbuka dan suster cantik memanggil namaku ya namuku NN Ragil Pratiwi…

Apakah saya takut dan khawatir? Jangan ditanya lagi soal ini, berpikir apa ini kanker? Apa waktu hidupku tak lama lagi ? aku masih single, suami tak punya apalagi anak, terus nanti bagaimana? Banyak sekali pikiran negatif menghantui…. bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s