helo Auditorium Sumardi Sastrakusumah IPB, walimahan tanpa diundang :)

Untukmu delapan November di tahun 2015, hari ini saya punya janji dengan mba Fathin seharusnya tanpa huruf “h” biar lebih mendesah saja dilafadznya. Pukul 07.00 meeting point di stasiun Bekasi, tujuan perjalanan hari ini ialah Bogor lebih tepatnya Dramaga-kampus IPB. Telat sudah menjadi ciri saya, tiba di stasiun Bekasi pukul 07.15 padahal tidur sudah tidak larut, pukul 22.00 sudah pulas tetap ga ngaruh !! baik saya ingat percakapan terakhir “ aku sama ibu tunggu di peron 2” yah emang dasar agul dudul tanpa cari-cari mba Fathin dan ibu, langsung naik saja ke gerbong wanita di peron 2, padahal yah itu ibu dan anak yang cantik masih duduk manis menunggu kedatangan saya. Alhamdulillah tengok-tengok saya temui sosok mereka dan ga pake malu teriak-teriak “ mba fathinnnn !! sambil melambaikan tangan” yaelahh ndesoo bingit sih gil padahal jaraknya lumayan lah buat teriak-teriak di dalam gerbong kereta ke arah luar peron (tak tahu malu), beberapa mata ada yg melirik ke arah saya yg lagi berdiri dipintu gerbong (mirip kenek mikrolet), di lain tempat ada yg ketawa-tawa entah mungkin kaget kali liat suara tarzan.

Melihat sosok ibu yang hangat dan bersahaja saya langsung menyambar tangannya dan menciumnya, beliau langsung bertanya “gimana kabarnya?sehat?” saya jawab dengan mantap “alhmadulillah sehat bu” . saya sebenarnya juga agak bingung kenapa mba fathin tetap minta ditemani kondangan dengan saya kalau ternyata ia sudah menemukan pasangannya hehehe, ternyata saya dijadikan pemandu guide menuju lokasi walimahan, dan saya juga masih bingung kenapa juga mba fathin kenal anak peternakan IPB padahal ia anak biologi ITB, ternyata ukhuwah itu diperoleh dari liqo (apaan lagi tuh liqo???liqo itu pengajian gil tempatnya majelis ilmu) saya berada pada lingkungan yg baik sebenarnya, tetapi belum ada kemauan yg mantap untuk ikut seperti mereka?? Why gil ?why? ini list yg harus segera diperbaiki gil (karena terakhir ikut pengajian ini di semester 1 atau 2 masa TPB deh). Selama 2jam 30 menit perjalanan, banyak hal yg diperbincangkan, mulai dari urusan kerjaan, ampe ujungnya lamaran hahaha saya juga gak paham sih sebenarnya, sampai kapan ingin sendiri?? Hehehe… saya belum benar-benar tahu siapa dia?? siapa ?? siapa?? Saya sedikit lelah bertanya-tanya, mungkin akan ada jawabannya ketika saya telah ikutan liqo J karena biasanya dari perkumpulan itu Allah membuka jalannya bertemu prihal siapa dia.

Waktunya kondangan…

Saya juga tak paham nih bisa berada di gedung ini, dikampus tercinta ini, dipagi hari pula, baiklah kita ucapkan Hello Auditorium Sumardi Sastrakusumah IPB. Sebelum masuk ke gedung kita perlu mengisi buku tamu, tetapi karena saya disana hanya seorang guide dan numpang makan saja hahahaha… jadi gak ikutan lah ngisi-ngisi begituan, karena yg nikah saja tak kenal saya hahahaha.. Lebih lucu lagi saat saya diminta ikutan buuat menyalami dan mendoakan sang suami istri baru, hayaah sadar banget si ratu cantik sehari ( si mempelai wanitanya) agak bingung atau mungkin ia bertanya-tanya siapa nih? atau mikir mungkin ini teman suami saya, atau mungkin si mempelai pria juga berpikir sama hahaha.. (yang penting saya kenyang disana).

Warna gaunnya senada dengan gorden  pelaminannya, toksa pink ciamik lah, sederhana tetapi elegan, walaupun gak wah ! yang penting nikah dahh hehehe.. ^_^ mba Fathin berkali-kali nanya ” gil, lu gak ada yang kenal, ini kan anak-anak IPB semua disini” jiahhh emang IPB sempit apah, lagi pula beda jurusan dan beda angkatan, halah bilang aja gil dulu gak eksis di BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa) atau DKM (Dewan Keluarga Masjid) hahahaha… “gue kan bukan anak masjid, mba Fathin !” jawab sekenanya.

Panitia walimahannya juga dari anak DKM sepertinya, sudah saya pastikan tak ada yg saya kenal apalagi yg kenal saya. Eitss… ternyata dari salah satu panitia ada yg memanggil nama saya.. ya nama saya akhirnya ada yg mengenali hehehe “mba ragil kan? “ loh loh siapa kamu jawab saya tak sopan hahaha, “aku temennya mba siti sulfiah, kita kan pernah ketemu di vila ratu” ooo ternyata sosok itu yg benar-benar saya lupa apalagi namanya, ia bernama mba wina (kalau ga salah), betapa ingatan saya dengan orang tidak cerdas, malu iya kali. Orang saja bisa ingat siapa kita, lah ini benar-benar blank !!

Bukan Bogor namanya kalau tak hujan !

Hujan telah tiba…

setidaknya hari ini saya belajar dari hujan…
setelah berpisah dengan mba Nisfatin Mahardini dan ibu di halaman masjid Al-Huriyah, saya harus sabar menunggu hujan sedikit tenang dari pukul 13.30-16.30 akhirnya saya memaksa Siti Sulfiah untuk segera bermain hujan sampai stasiun Bogor, saya tahu ia takut terjadi sesuatu pada tubuh saya, hahaha berkali-kali ia bilang “gil, kamu pakai jas hujan krn hanya satu, aku pakai jaket anti air kok, nanti kamu sakit seperti sepulang dari Cibalay gimana?aku gak tanggung jawab yah !” berkali-kali ia memastikan gil masih oke, atau gil basah yah, gil dan gil seterusnya, saya memilih jaket anti air dan itu hangat sehangat mereka yg sayang pada saya, betapa menjadi orang beruntung ialah dicintai dengan tulus bukan? ternyata hujan memberikan saya pelajaran, mulai dari kenangan yg berlalu-lalang, dulu saya selalu merepotkan dan menyebalkan jika sudah sampai Bogor atau perjalanan dari Dramaga menuju Bekasi bahwa disana ada mereka yg tulus menemani saya bersama hujan, tak peduli itu deras ataupun gerimis kecil…

mereka selalu hangat dan mencintai saya dengan tulus…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

terima kasih

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s