Step 2 back to life

“NN Ragil Pratiwi…” suster cantik memanggil nama saya dengan mimik yang enak dipandang, senyumnya mendamaikan perasaan dan menaklukan nada tinggi pada detak jantung saya. Pikiran aneh hilang sudah, tubuh ini mengikuti arah panggilan itu, dengan membawa map radiologi kuning muda nyaris cokelat, yapp dengan mantap berdiri dan menuju ruang no.6. didalam ada dokter berukuran tubuh cukup pas, tinggi pas, putih bersih, berkacamata, berperawakan arab jawa, muda pula, (ooohh subhanallah, inikah dr. Bayu) ya tepat sekali. Beliau sudah berdiri dengan mantap pula dengan sambaran tangannya, sambil menyalami kami (saya dan ibu)

dr: helo selamat siang?silahkan duduk

(macam tamu kehormatan, hahahaha)

dr: ada yang bisa saya bantu?

S: iya dokter, jadi begini saya menemukan bejolan di kedua payudara saya, awalnya saya merasa sakit saat ingin atau sedang menstruasi, itu apa ya dok?

dr: ada keluhan lagi? Sambil  mencatat, dan mengecek umur saya, riwayat keturunan saya terhadap penyakit kanker !

S: ok awalnya 2 tahun lalu saya mengalami menstruasi yang tidak lancar, selama hampir 3 bulan saya tidak haid dok, dan baru sekarang saya merasa sakit dibagian payudara saya. Saya periksa ke dokter umum dan ia menyampaikan ini kelenjar susu yg memadat, kedua saya ke dokter internis dan langsung dirujuk ke radiologi, ternyata hasil diagnosisnya FAM seukuran 1cm di payudara kiri dan ukuran 3mm-6mm di payudara kanan

dr: oke boleh saya lihat?

(jlebb….saya lirik ibu yg duduk disamping saya, beliau tak bilang sepatah katapun, hanya matanya tampak mengungkapkan “tak apa gil, ini semua akan baik-baik saja”)

Mau tahu rasanya diperiksa dokter pria?? Karena sebelumnya 3 dokter yang menangani saya perempuan semua. Hahahha tak ada rasa apa-apa kok ! rasa takut terhadap penyakit sudah terkalahkan dibanding dengan rasa malu, toh si dokter udah males kali liat bentuk yg sama setiap hari.

 

Beberapa kali dari mulutnya bilang “yah FAM” atau “ya dimana lagi?” sembari menekan kelenjar mammae saya oooo kelenjar yg telah menjadi jati diri mamalia ini sungguh sesuatu sekali…

apa itu FAM? FAM (fibroadenomamammae) menurut dr.Bahar Azwar SpB K Onk merupakan penyimpangan atau kelainan dalam perkembangan payudara, istilah lain ialah tumor jinak, sedangkan kanker ialah neoplasma atau suatu pertumbuhan baru yang liar, menembus jaringan sekitarnya dan dapat menyebar ke aliran darah

“Oke selesai” katanya… suster membantu saya mengenkan bra (pakaian dalam yg berbentuk kacamata) yg jelas pakaian saya saat itu ribettt.. pakai gamis, dan perlu mengangkatnya ke atas hayahhh… untuk saya tidak pakai celana legging yg ada lubang-lubanya hahaha bisa dianggap lubang buaya nanti hahahaha…

dr: iya bu, putri ibu kena tumor tetapi jinak kok ini, tetapi tetap harus di cek setelah operasi, umumnya jinak kalau dilihat dari usia, dan faktor penyebabnya karena masalah hormonal. Kalau tidak dioperasi tak apa, tetapi tetap di cek selama 3-6bulan dengan bantuan USG (ultrasonografi).

Ok.. sejak saat itu tahun 2014 di bulan Agustus saya mulai berteman dengan RS di bilangan Slipi sana, rajin selama 3 bulan sekali saya rutin USG awal USG menghabiskan uang Rp. 350.000, dan belum uang konsul dr.Bayu Rp. 350.000 cuma buat dapat penghantar USG, lalu USG kedua biayanya menjadi Rp. 250.000. Hitungan uang sudah tak ada artinya bagi saya, yang penting ada saatnya saya siap untuk tindakan medis, membuat alien ditubuh saya lenyap, yg tiap 3 bulannya bertambah ukuran.

“tahukah kamu? Memutuskan untuk operasi ialah ritual panjang saya dalam mengambil sebuah keputusan hidup. Dampak pascaoperasi yg saya khawatirkan, secara medis tindakan operasi tidak mengobati karena ia dapat tumbuh lagi sewaktu-waktu. Langkah ini hanya untuk mengecek sifat selnya.”

Saya selalu berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah, Sang Pembuat Skenario Terbaik dalam hidup saya. Hanya KepadaNya kita kembali bukan?. Allah memberi saya jalan terbaikNya, 3 Oktober 2015 hampir selama satu tahun lebih satu bulan tiga hari ia tumbuh bersama saya, mengambil nutrisi ditubuh saya, ikut merasakan kesedihan dan kesenangan saya, lalu? Apakah ia harus ikut bersama saya. Ok saya coba hentikan ia mengikuti saya.

 

2 Oktober 2015, malam hari

mayapada loby

Bagian ruang pendaftaran dan lobby Rumah Sakit

            Pertama kalinya saya memasuki rumah sakit  di Lebak Bulus selain di Slipi sana, RS ini tak tampak bangunan RS, lebih mirip dengan mall. yahh.. wangi makanan menyerbak di ruang pendaftaran, banyak orang yg asik makan sambil bersenda gurau, rasa cemas dan irama jantung saya langsung berubah nadanya. Menjadi lebih tenang, santai, dan berasa saya sedang jalan-jalan di mall. Kenapa saya ada disini?bukan di RS Slipi sana? Saya punya janji esok hari di ruang operasi dengan dr.Bayu, beliau yg merekomendasikan tempat ini, alasan pertama alat guide USG disini lebih bagus, kedua tindakan medisnya cepat, kalau boleh saya tambahkan alasan yg ketiga disini subsidi bayaran beliau lebih mahal dibanding biaya di RS pemerintah di Slipi sana hahahaha, maklum ini RS swasta. Pendaftarannya cukup cepat dan pelayanannya juga sangat memuaskan. Malam itu saya dituntun ke ruang UGD untuk dites tensi, udah takut bakalan disuntik dengan jarum infus padahal hehehe, saat itu jam menunjukan pukul 19.30. Mau tahu setelah dari UGD saya dibawa kemana? Ya.. ke kamar lah hehe padahal kecemasan saya sudah mulai menjadi-jadi, setelah ini pasti jarum infus akan siap menusuk dan mengalir di pembuluh darah saya untuk pertama kalinya. Ok ternyata benar, serangkaian pemeriksaan terjadi malam itu sampai pukul 22.30..mau tahu rasanya disuntik? Biasa saja sih, tetapi malam itu menjadi malam terpanjang buat saya menunggu hari esok yg menegangkan… bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s