Borneoku, Riauku

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Seperti deru gergaji yang mengikis banyak bagian keras itu..
Aku pun terpesona
Hanya bisa menatap pada cuplikan visual berdurasi singkat,
Tak bisa mencegah, aku pun nelangsa

Seperti kabut abu-abu pekat sebesar itu..
Aku pun terpesona
Hanya bisa menatap di balik tirai, tak bisa mencegah
Aku pun merana

Borneoku tak lagi gagah
Karena tiang-tiang pencakar langitnya mulai lelah
Riauku pun tak mau kalah
Karena abu-abu masih setia menemani sampai muntah

Rumput dan ilalang yang tersisa hijau didasarnya, terus bertasbih..
Mereka ingat Tuhan beri hijau tanpa perlu panen benih
Bayi orang utan menangis, terus berdoa meratapi jasad induk betinanya..
Mereka ingat Tuhan beri umur ada batasnya

foto by: Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) & International Animal Rescue Indonesia (IAR)

Salam agile !

Naskah
Lomba Cipta Puisi Genre Sastra Hijau (LCPGSH) – Suratto Green Literary Award 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s