Aku dan Guruku

Aku hanya seorang perempuan yang dengan ringkihnya belajar untuk senang, seorang perempuan yang dengan emosinya berjuang menjadi dewasa. Aku cenderung senang bercerita melalui tulisan, dibandingkan dengan lisan yang membuat tata bahasaku tidak karuan, volumenya kadang ngadat, lidahnya kadang keserimpet, dan lobus parietalisnya langsung blank sementara, padahal sementara itu penting karena membuat orang paham apa yang sedang disampaikan. Herannya aku sudah menjadi “guru” hampir 3 tahun ini. Bagaimana aku bisa menyampaikan materi secara lisan kepada siswaku?  bagaimana pula mereka paham apa maksud penyampainku? ini mukzizat Dari-Nya, ketika aku memilih dunia ini, ya dunia mengajar, yang semasa kecilku sudah menjadi keahlianku mengajar para bocah-bocah ingusan disekitar rumah. Dunia ini mengiasi hariku, rupiah satu dua perak bisa membuatku berfoya-foya, meskipun aku paham rupiah ini jauh dari sempurnanya para parlente. Cerita Umar Bakri seorang guru yang melarat, tetapi dedikasinya pada dunia pendidikan begitu memikat buatku, banyak orang-orang yang mengikuti jejaknya, seperti perjuangan guru di pelosok Negri ini, gajinya jauh dari kata cukup, namun pengabdiannya tanpa disumpah untuk mencerdaskan Negri ini tetap diperjuangkan. Aku iri sungguh iri, kenapa? karena aku meng’hargai’ keringatku mengajar dan mengabdi dengan nilai rupiah, aaakhh aku masih belum bisa dewasa dan seroyal mereka para pahlawan tanpa tanda jasa. Aku masih meminta jasa dengan rupiah, menikmatinya untuk berfoya-foya.

Mengapa siswaku dapat mengerti bahasa amburadulku ? mengapa mereka menerimaku dan memaklumi kesalahanku saat belajar? ini juga mukzizat Dari-Nya, semua begitu dimudahkan, pembawaanku yang riang, senang mendengar cerita orang lain, mampu bersabar saat para jurassic (siswa) sangat berisik tidak karuan dan aku tidak pernah marah-marah hingga membuat mereka menjadi tegang, aku justru ikut tertawa bersama, bahkan sampai merayu mereka untuk kembali mau belajar, kembali pada misi dan visi bersama. Satu hal yang jelas sangat berbeda, aku bisa sangat sabar menghadapi mereka dibandingkan menghadapi masalahku sendiri. Aku justru cepat merasa lemah, rapuh mengatasi masalahku sendiri. Terima kasih kalian para penghibur, duniaku…dunia yang hanya aku punya mau menerima segala kekuranganku, dunia yang tak pernah merampas bahagiaku, dunia yang menjanjikanku satu hal terindah di akhirat sana….

Yang paling berharga dari cinta adalah ketulusan untuk memberi.
Yang paling dalam dari cinta adalah keberanian untuk menerima.
Yang paling mengagumkan dari cinta adalah kesanggupan untuk tetap setia

Fahd Pahdepie

aku kini “Guru” dan mereka semua ialah “Guru terbaikku”…. siapa mereka? mereka ialah siswa-siswaku,anank-anakku, teman terbaikku, adik-adikku, dan saudaraku.

pesan-kesan mereka untukku

From micha
Buat kaka aduh dabest lah pokoknya, sukses terus yaa kaa, maaf kaa buat selama ngajarin saya di kelas suka petakilan suka gasopan

From edoardo jovan
Kritiknya di tulisan Kak, kekecilan agak susah jadinya pas baca..wkwk
Padahal tulisannya Bagus..wkwk Kalo saran, sih be yourself aja Kak..wkwk
Itu aja Kak dr jopan..wkwk

From iol
Kesan : selama di ajarin ka ragil itu enak banget cepet paham kalau di ajarinnn sama kaka , asik banget kaka orangnya
Saran : semoga kaka lebih sabar lagi ya kaaaa dalam menghadapi murid2 yang lebih nakal wkwk

From kintan
Ka ragil oh ka ragil..Kesan : Pertama kali kenalan sama kakak di ruang guru kayak ngeliat bidadari turun dari lembaga bimbingan belajar. Kakak ramah parah, baik parah, sabar parah pake banget. Parah banget deh pokoknya. Tulisannya pitik tapi bagus, gambarnya juga. Terbaiklah pokoknya.Saran : gaada yg perlu disarankan lg, pengajaran yg kakak berikan sudah terbaik banget. Walaupun hari ini inget terus besoknya langsung lupa. Jangan lupa istirahat ka, ngajar selalu full time dari pagi ampe malem.Love you Ka ragil

From nadya
dari saya kak, intinya, cuma mau bilang,
kakak itu rejeki dr Tuhan buat kita, disaat udh hopeless un bio bakal kayak apa, eh kakak dtng meluangkan waktu dan tenaganya padahal jauuhh😂😂
terima kasih banyak kak atas waktu dan ilmunya

From ega
saran: tetap semangat ya ka ragil buat ngajarnyaa, tulisannya gedein dikit lagi kaa. pokoknya do the best kaakesan:di ajar ka ragil seru asik, tp ega suka tidur mulu wkwkwk maap kaka. bakal kangen sm kakaaa (cry)

 

beberapa cerita yang dialami selama mengajar

Namanya Arsyaf siswa kls 9, siswa yg baru bergabung di akhir tahun 2015, pertama kali ketemu
S: “sepertinya saya baru berjumpa dgnmu,siapa namanya,sekolah dimana,kamu siswa baru atau pindah kelas?” Tanya saya rempong
A: menjawab sambil terbata2 “Arrsyaff ya arsyaff, iiiiyaa kaa s’aya baa’aaru,sekolah di jakarta islamic s****”
S: saya coba mengulang namanya biar tak lupa “asyaraf yah, di jis yg dikalimalang yah?”
A: buukaan asyraf ka arsyaf, iya ka di kalimalang “masih terbata dan suaranya suka bergumam”
S: ekhh Arsyaf maaf, arsyaf, bagaimana nilai ipa semester 1? Masih ada peringkat di kelas?
A: alhamdulillah bagus ka, peringkat 1 dikelas
S:alhamdulillah, peringkat 1 yh, ya sudah silahkan pulang saja “kata saya”
A: tampak kaget tetapi masih senyum
*siswa lain menggerutu (parah nih si kk)
S: sambil ketawa “soalnya kamu sudah pintar masih butuh belajar lagi yah?sudah peringkat 1 loh, hehehe becanda yh arsyaf, belajar itu hukumnya wajib sampai akhir menutup mata, semoga peringkatnya dipertahnkan dgn nilai meningkat, dan kalian mendapat un dgn hasil optimum aamiin” disini kamu jadi pria paling tampan, krn kelas ini isinya perempuan coba kalian kenalan dgn arsyaf yh
*namanya siswi pasti rame kalau kenalan, terutama Gipet (maunya dipanggil begitu padahal namany cantik Gifta putri, suaranya 2x lebih gede dari saya,coba bayangkan sendiri lah)

Jumat di pekan ini Arsyaf telat 15 menit sebelum bel belajar berakhir, biasanya ia telat hanya beberapa menit setelah bel masuk, saat masuk pasti selalu dgn terbata2 minta maaf, saya selalu bilang ucapkan salam dulu,tetapi hari ini saya langsung melihat tangannya disilotipe dgn kasa seperti habis tes darah, ternyata benar ia dari rumah sakit, menunggu hasil lab keluar dia malah melancong ke kelas buat belajar (rs emang dekat dari tempat ia belajar, cuma klo siswa lain mungkin enggan belajar saat sakit)

S: kamu kok masuk arsyaf, kan lagi sakit? Tanya saya
A: iya gapa2 ka, tadi habis nganter ibu dan adik saya jg ke rumah sakit mereka positif kena tipes, saya sekalian cek darah, hari ini juga saya masuk sekolah krn ada ujian praktikum
S: kamu demam dari hari apa?batuk juga yah? (Sok jadi dokter tanya2)
A: sudah 5hari ka, dari senin (sambil batuk yg keras)
S: aduhhh batuknya, yakin mau belajar arsyaf 15 menit lagi mau bel pulang, kamu mau belajar sesi selanjutnya sampai jam 19.00
A: iya ka mau sesi selanjutnya saja, saya ijin ashar dlu yah
*si Yasmin siswi saya heran, aku mah klo sakit mending dirumah ka

Selama 90menit pendingin ruangan udah saya naikan suhunya,sebenarnya udah keringatan, dan bau ruangan jadi aneh krn pengap, tetapi arsyaf masih kedinginan, dan wajahnya malah jadi tampak pucat, beberapa kali bilang arsyaf masih kuat? Dia mengangguk, masih tetap menghitung dan mengerjakan soal
Masya Allah….
Cambuk lagi saya terinspirasi dari siswa loh !

Sudah cukup banyak saya menemukan siswa belajar krn tuntutan orangtua, namun hanya beberapa saja yg saya temukan siswa belajar krn kemauan,krn pilihannya sendiri !

Semoga cita-cita kalian tercapai nak aamiin

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s